dwirezkiagung

Yak oke kali ini saya akan menambahkan cerita lama yang ingin saya taruh aja ke sini, untuk pengingat ke anak cucu nanti nih haha.

Dari judulnya Duet Maut Dalam 2 Hari Menuju Mahameru mungkin sudah sedikit menceritakan alurnya. Saat itu bulan Oktober tahun 2015, saya dan 1 orang teman yang seneng naik-naik bernama Riza Ari a.k.a Bajuri ingin balas dendam ceritanya. Karena di tahun 2013 sempat ke Semeru juga dan hanya sampai ke Ranu Kumbolo saja.

Menyusun Rencana Perjalanan

Mulai menyusun rencana balik lagi ke Semeru sekitar bulan Agustus, rencana yang mungkin bisa dibilang nekat bagi pendaki amatir seperti saya. Rencananya adalah Jeng jenggg.. ‘Duet 2 orang dengan 1 motor ke Semeru dalam 2 hari’ keren ya? Pertengahan September prepare perlengkapannya, logistik, fisik dengan jogging pagi saat itu mungkin seminggu sekali,┬ádokumen-dokumen seperti: KTP dan Surat Keterangan Sehat.

Mulai berangkat hingga sampai pada loket pendakian

Dan berangkatlah kita.. Sabtu malam sekitar pukul 9-10 tanggal 10 Oktober. Awalnya agak susah di tas, tas keril nya ketinggian dan nutupin pandangan jalan haha. Jadi isi tas di depan dikurangi dipindah ke tas belakang, jadi tambah tuinggi tasnya Juri tuh..

Tas teman di belakang terlihat tinggi.
Istirahat bentar, sudah dekat pintu loket Ranu Pani

Jadi pengalaman baru yang bisa diambil dari bermotor ke Semeru ini adalah kalau bisa pakai motor bebek atau matic jika ingin berboncengan. Dan lebih nyamannya lagi mending satu orang satu motor, kalau berbonceng kasihan yang belakang guys hehe.

Lanjut.. Sempat mampir bentar ke teman yang ada di Malang karena memang saat itu dapat info buka loket masuk Ranu Pani pukul 7. Dan akhirnya sampai loket tanggal 11 Oktober sekitar pukul 8, lanjut parkir motor, prepare ganti baju, baju yang dipakai pas berangkat ditinggal di motor saja karena biar tidak menambah berat keril dan besok dipakai lagi pas pulangnya.

Biaya pendakian Semeru memang dinilai cukup mahal, waktu tahun 2015 saja sudah Rp.22.000 per orang per hari dan tetap nggak pernah sepi loh. Setelah menyelesaikan pembayaran ada briefing dari pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengenai safety hiking dan beberapa himbauan seperti saat di Pos Kalimati jangan ambil air saat sudah gelap karena kadang masih ada macan tutul yang berkeliaran.

Oke mulai start berangkatlah kita setelah briefing. Sempatkan foto di gerbang kedatangan ya, biar ada bukti foto. Karena pergi kemanapun jauhnya kalau tidak ada foto bisa jadi hoax loh..

Foto gerbang pendakian Semeru
Gerbang Selamat Datang Semeru

Kunjungan yang kedua ke Semeru ini jadi nambah rekor dibanding tahun 2013 yang lalu. Kita perjalanan dari loket Ranu Pani sampai ke Ranu Kumbolo sekitar 7 jam, sedangkan kunjungan yang kedua ditempuh hanya 3 jam saja. Huihh ngebut ya.. Setelah sampai Kumbolo buka lapak bentar, masak mie ‘Indomie’ andalan kita, makan habis, lalu prepare lanjut lagi ke Kalimati. Dan sampai pos terakhir Kalimati kita tempus 3 jam dari Ranu Kumbolo. Memang kebut-kebutan trekking nya karena targetnya besok harus sudah balik.

Sampai pos terakhir dan malam keputusan

Setelah sampai Kalimati, nyiapkan tenda, makan-makan dan tidur. Karena fisik harus prima saat summit malam nanti. Dan akhirnya malam waktu bangun berunding memang waktunya kurang cukup jika ingin nekat summit puncak Mahameru, mengingat besok turun juga butuh fisik prima untuk langsung pulang bermotor ke Surabaya. Harus berbesar hati juga, dan disitu disaat-saat itu momennya jadi pas dengan quote salah satu legenda pendaki Everest. Beliau mengatakan:

Everyone on the mountain is competing for something or another, it is the mountain that will always win. -Anatoli Boukreev

Penyesalan pasti ada, dan yang perlu diingat adalah ‘Mendaki bukan tentang menaklukkan gunung, tetapi pulanglah dengan selamat!’.

Tidak jadi summit ke puncak akhirnya kita melanjutkan tidur, besok bangun pagi bersantai ria makan santai ala pantai. Kita mulai prepare turun dari Kalimati sekitar pukul 10 pagi, trekking turun kali ini lebih enteng karena memang lamanya tidur tercukupi. Trekking santai masih berlanjut tidak seperti berangkatnya yang kebut-kebutan, trekking pulang ini baru sampai loket Ranu Pani pukul 7-8 malam. Prepare ganti baju yang ditinggal di motor kemarin, menyempatkan ngopi dan ngobrol dengan pendaki lain sambil nunggu 2 orang teman pendaki yang ingin bareng-bareng kita keluar pulang arah Malang.

Perjalanan pulang ke Surabaya

Kita sekarang jadi berempat dan 2 motor, keluar Ranu Pani sekitar pukul 10 malam. Akses jalan saat itu kurang bagus dan tidak ada penerangan, jadi pengendara lain disarankan hati-hati yaa. Sudah sampai persimpangan di daerah Malang kurang ingat daerah mana, lalu kita berpisah. Lanjut perjalanan ke Surabaya, dan alhamdulillah sampai Surabaya tanggal 13 Oktober sekitar pukul 2 dini hari. Lalu pukul 8 paginya lanjut kerja. Hidup itu asik guys ­čÖé

Okee. Share ceritanya cukup nih, orangnya sudah selamat sampai tujuan dan saat ini masih bisa nulis Blog ini. Terima kasih yang sudah baca sampai habis yaa, semoga bisa diambil poin-poin penting dari perjalanan ini.

Poin-poin penting yang bisa diambil dari perjalanan kali ini

  • Siapkan fisik, karena dengan fisik prima yang dulunya menempuh┬áRanu Kumbolo sekitar 7 jam sekarang hanya ditempuh dalam 3 jam.
  • Menyesuaikan baju ganti/logistik/obat-obatan, prepare yang sesuai ini sangat penting agar tidak terlalu berat di keril. Dan jangan lupa kalau masih ada lebihan logistik bagikan dan tawarkan ke sesama pendaki.
  • Pakai motor bebek atau matic, karena ada tempat di depan untuk menaruh keril.
  • Pahami cerita/sejarah tempat tersebut, seperti jangan keluar ambil air saat sudah gelap, dll. Bisa ditanyakan ke pengelola taman nasional/warga sekitar/sesama pendaki.
  • Pulanglah dengan selamat, ini poin yang sangat penting dan tujuan dari sebuah perjalanan.

Sampai ketemu di perjalanan baru lainnya. Cheerrsss..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *